Jumat, 13 Januari 2023

Ya Allâh, berkahilah mereka yang menanam benih kebaikan

 Seseorang mengambil foto anak ini dan menceritakan kisahnya :

Aku pernah duduk di Masjid selepas sholat, tiba-tiba aku melihat di dekatku ada anak kecil yang mengangkat kedua tangannya sedang berdoa. Aku mendengar dia mengucapkan :
"Ya Rabb, damaikanlah aku dengan Mahmud, sehingga kami bisa kembali bermain lagi..."
Betapa bernilainya kepolosannya...
Aku pun bertanya kepadanya : "Apakah Allâh mengabulkan doamu?"
Dia menjawabku : "Setiap kali kami berantem, yaitu aku dan salah satu sahabatku, aku selalu berdoa kepada Allâh, maka kami pun kembali bersahabat..."
Dia menambahkan, "ayahku mengatakan kepadaku bahwa doa itu dapat melakukan apa saja."
Kepolosannya ini membuatku mengangkat kedua tanganku dan berdoa kepada Allâh. Anak itu pun diam hingga aku selesai berdoa. Lalu ia bertanya kepadaku : "Apakah Anda punya masalah dengan seseorang?"
Aku pun tersenyum dan menjawab, "iya, aku punya banyak masalah dengan banyak orang!!"
Anak itu berkata, "tidak usah khawatir! Allâh memiliki waktu untuk segalanya. Allah mampu mengabulkan doa kita semua dalam satu waktu. Ayahku yang bilang begitu..."
Aku merasa di saat itu, dia sedang menasehatiku dengan kesederhanaannya namun begitu indah dan jujur...
Maka dari semenjak waktu itu, aku sering membaca doa," Ya Allâh, berkahilah mereka yang menanam benih kebaikan..."
Dialihbahasakan oleh :
@abinyasalma
Dari laman "at-Tarbiyah al-Mumti'ah

Nabi Nuh as. melihat seorang wanita menangis

 Nabi Nuh as. melihat seorang wanita menangis, maka ia bertanya: "Mengapa kamu menangis?".

Dia berkata: "Oh, saya menangisi kematian anak saya padahal dia masih muda dan dalam keemasan masa mudanya". 😔😔
Nabi Nuh as. bertanya padanya, "Berapa usia putra Anda?".
Dia berkata: "Hanya 300 tahun !!".
Nabi Nuh berkata padanya, dengan maksud untuk menghilangkan kesedihannya: "Apa yang akan kamu lakukan, Jika seandainya kamu hidup di masa umat yang usianya tidak melebihi enam puluh tahun?".
Dia berkata: "Adakah seseorang yang hidup hanya selama enam puluh tahun?".
Nabi Nuh as. menjawab: "Ya".
Dia berkata: "Apakah ada orang yang bermaksiat (tidak menaati Tuhan) dalam waktu yang singkat itu?".
Nabi Nuh as. menjawab: "Kebanyakan dari mereka bermaksiat (tidak taat kepada Tuhan) ".
Dia berkata: "Apakah mereka berbondong-bondong untuk mencintai dunia yang sesaat, yang hanya beberapa hari itu?"
Nabi Nuh as. menjawab: "Ya, satu-satunya perhatian mereka adalah cinta dunia dan sedikit yang memikirkan akhirat".
Dia berkata: "Apakah mereka berdebat/bertengkar di antara mereka sendiri tentang hal-hal yang sesederhana itu?"
Nabi Nuh as. : "Sebaliknya, mereka justeru memperebutkan hal-hal yang paling tidak penting itu".🤨
Dia berkata: "Apakah mereka akan membangun gubuk untuk mereka sedangkan hidup mereka hanya dalam waktu yang singkat?"
Nabi Nuh as. : "Sebaliknya, mereka membangun istana untuk ratusan tahun, kemudian mereka mati dan meninggalkannya".
Dia berkata: "Oh, jika saya harus menggantikan umat itu, saya akan menghabiskan hidup saya di bawah naungan pohon dan membangun rumah saya di ambang kuburan, dan saya akan tinggal sepanjang hidup saya bersujud kepada Tuhan yang maha kuasa".
لا حول ولا قوة الا بالله
Tidak ada kekuatan atau kekuatan kecuali dengan Tuhan
*) Nabi Nuh as. beliau berdakwah selama 950 tahun dan usia beliau 1050 tahun menurut mufassir sahabat, Ibnu Abbas ra.
*Sumber: Kyai Ahmad Shomad Supriyadi

IRINGILAH KEJELEKAN DENGAN KEBAIKAN

 TUTUPILAH AIBMU DAN MINTALAH AMPUN KEPADA ALLAH!

Allah sangat sayang kepada kita, sangat banyak aib kita yang ditutup oleh Allah. Sekiranya dosa dan maksiat memiliki rupa dan bentuk, niscaya manusia tidak akan mau mendekati kita. Sekiranya manusia tahu dosa yang kita lakukan ketika sendiri, niscaya manusia akan merasa “eneg” dan tidak hormat kepada kita.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Pemurah, kekal, dan Maha Penutup, Dia mencintai rasa malu dan sikap sitru (menyembunyikan aib).” (HR. Abu Dawud dan Nasaa-i).
Segera iringi dengan kebaikan setelahnya
Seorang muslim tidak pernah depresi dan larut dalam kesalahan. Apalagi bangga dengan maksiat yang ia lakukan, tetapi ia segera bangkit dengan membawa kebaikan dan melakukan kebaikan
“Kau bentak istrimu
Segera beri ia pelukan dan hadiah kejutan
Kau tertinggal subuh berjamaah
Segera shalat dhuha yang lebih banyak
Kau marah berlebihan pada bawahanmu
Segera beri ia bonus
Kau telah berlagak sombong
Segeralah berinfak dan sedekah”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻭَﺃَﺗْﺒِﻊِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔَ ﺗَﻤْﺤُﻬَﺎ
“Iringilah kejelakan dengan kebaikan, niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskannya (HR. Tirmidzi)
🖋️Ustadz dr. Raehanul Bahraen